click for watching

Thursday, 12 September 2013

Sindroma Defisiensi Poliglanduler

Sindroma Defisiensi Poliglanduler

DEFINISI Sindroma Defisiensi Poliglanduler adalah keadaan-keadaan dimana beerapa kelenjar endokrin menjadi kurang aktif dan menghasilkan hormon dalam jumlah yang kurang dari normal.

PENYEBAB Sindroma defisiensi poliglanduler bisa merupakan suatu penyakit keturunan. Selain itu, penekanan aktivitas kelenjar endokrin bisa terjadi akibat: Reaksi autoimun yang menyebabkan peradangan dan menghancurkan sebagian atau seluruh kelenjar Infeksi Berkurangnya aliran darah yang menuju ke kelenjar Tumor.

Setelah sebuah kelenjar mengalami kerusakan, kelenjar lainnya juga sering mengalami kerusakan sehingga banyak kelenjar yang fungsinya menurun atau terhenti sama sekali (kegagalan kelenjar endokrin multipel).

GEJALA Gejalanya tergantung kepada kelenjar yang terkena. Hipotiroidisme terjadi jika kelenjar tiroid menghasilkan sedikit hormon tiroid. Jika kelenjar adrenal yang kurang aktif menghasilkan sedikit hormon kortikosteroid, maka akan terjadi penyakit Addison.

Berdasarkan saat timbulnya gejala (pada masa kanak-kanak atau dewasa) dan kelenjar yang terkena, sindroma defisiensi poliglanduler dikelompokkan ke dalam 3 golongan:

1. Sindroma defisiensi poliglanduler tipe 1 Biasanya terjadi pada masa kanak-kanak. Gambaran yang paling sering ditemui adalah hipoparatiroidisme (kelenjar paratiroid yang kurang aktif). Kedua tersering adalah penyakit Addison (kelenjar adrenal yang kurang aktif) dan infeksi jamur menahun (kandidiasis mukokutaneus kronis). Infeksi jamur kemungkinan terjadi karena penderita memiliki respon kekebalan yang tidak adekuat terhadap jamur yang biasa dan tidak menunjukkan reaksi yang normal untuk melawan infeksi. Kadang terjadi diabetes akibat pankreas yang kurang aktif menghasilkan insulin. Pada penderita seringkali terjadi hepatitis, batu empedu, kesulitan dalam menyerap makanan dan kebotakan dini.

2. Sindroma defisiensi poliglanduler tipe 2 Biasanya terjadi pada masa dewasa, sekitar usia 30an. Kelenjar adrenal selalu kurang aktif dan kelenjar tiroid sering kurang aktif. Beberapa penderita ada yang memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme). Penurunan fungsi pankreas menyebabkan berkurangnya jumlah insulin sehingga terjadi diabetes. Hipotiroidisme maupun infeksi jamur bukan merupakan bagian dari tipe 2.

3. Sindroma defisiensi poliglanduler tipe 3 Terjadi pada masa dewasa dan diduga merupakan stadium awal dari sindroma tipe 2. Seseorang dikatakan menderita sindroma defisiensi poliglanduler tipe 3 jika tidak ditemukan kelainan pada kelenjar adrenal yang disertai oleh 2 dari gejala-gejala berikut: - Hipotiroidisme - Diabetes - Anemia pernisiosa - Hilangnya pigmentasi kulit (vitiligo) - Kerontokan rambut (alopesia). Jika terjadi kegagalan kelenjar adrenal maka menjadi sindroma tipe 2.

DIAGNOSA Pemeriksaan darah digunakan untuk mengukur kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang bersangkutan.

PENGOBATAN Sindroma ini tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dilakukan terapi sulih hormon. Jika terjadi hipotiroidisme, maka diberikan hormon tiroid; jika kelenjar adrenal kurang aktif, diberikan kortikosteroid dan pada penderita diabetes diberikan insulin.

Terapi sulih hormon tidak dapat mengoreksi kemandulan atau kelainan lainnya yang disebabkan oleh kurang aktifnya kelanjar seksual (kelenjar gonad).

Scanning Ultrasonogarfi Pada Tiroid

Scanning Ultrasonogarfi Pada Tiroid

DEFINISI Scanning ultrasonografi pada tiroid membantu dokter menentukan bentuk dan ukuran kelenjar thyroid Anda. Gelombang ultrasonic diemisikan dari transduser yang menyerupai mikrofon diarahkan pada kelenjar thyroid dan dipantulkan kembali untuk menghasilkan citra struktur organ pada suatu monitor. Tes Scanning ultrasonografi pada tiroid bersifat noninvasive, yang berarti tidak terdapat benda-benda yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Setelah dokter menemukan suatu benjolan pada leher Anda, hasil scanning dengan ultrasonic dapat membantu membedakan antara kista dan tumor. Tes Scanning ultrasonografi pada tiroid juga digunakan untuk mengevaluasi yodium radioaktif.

Mengapa tes Scanning ultrasonografi pada tiroid dilakukan?

Scanning ultrasonografi pada tiroid dilakukan dengan alasan-alasan sebagai berikut:

1. Untuk membantu dokter mengevaluasi struktur tiroid. 2. Untuk membedakan antara kista dan tumor. 3. Untuk memeriksa ukuran kelenjar tiroid selama terapi.

Apa yang seharusnya Anda ketahui sebelum tes Scanning ultrasonografi pada tiroid?

1. Anda tidak diminta untuk mengubah pola makan sebelum tes 2. Tes Scanning ultrasonografi pada tiroid berlangsung 30 menit, tidak menimbulkan rasa sakit dan aman. Hasilnya bisa didapatkan dalam waktu 24 jam.

Apa yang terjadi selama tes Scanning ultrasonografi pada tiroid?

1. Anda berbaring pada meja khusus dengan bantal di bawah bahu anda untuk merentangkan leher Anda. 2. Pada leher Ada dioleskan gel larut air. Teksnisi melewatkan scanner melintasi daerah di atas tiroid. 3. Citra pada monitor selanjutnya dibuat fotonya, seluruh pemeriksaan dilakukan oleh dokter.

Apa yang terjadi setelah tes Scanning ultrasonografi pada tiroid?

Perawat akan membersihkan gel di leher Anda.

Apa yang dimaksud dengan hasil normal?

Normalnya, hasil scanning tiroid menunjukkan keseragaman pola gelombang pantul pada seluruh kelenjar.

Apa yang dimaksud dengan hasil abnormal?

Kista muncul sebagai perbatasan yang rata, daerah bebas gelombang pantul dengan peningkatan transmisi suara. Ademoma dan kanker muncul sebagai tanda padatan dan mudah dikenali, atau sekali-kali diindikasikan sebagai daerah kista. Identifikasi tumor umumnya dilanjutkan dengan aspirasi cairan dengan jarum atau biopsi (pengambilan dan analisa jaringan) untuk menentukan keganasannya.

Scanning Pada Thyroid

Scanning Pada Thyroid

DEFINISI Scanning pada thyroid digunakan untuk menguji kelenjar thyroid setelah seseorang mencerna sejumlah kecil radionuklir yang mengandung yodium atau teknetium. Dalam waktu singkat, radionuklir mengemisikan radiasi. Jumlah radioaktif dalam kelenjar thyroid dideteksi dengan kamera khusus (yang disebut kamera gamma).

Dokter dapat memrintahkan scanning setelh ditemukan benjolan di daerah thyroid, pembesaran kelenjar thyroid atau suatu gondok asimetrikal.

Hal tersebut dilakuakn pada waktu yang bersamaan antara tes penyerapan thyroid radioaktif dan tes darah hormone thyroid.

Mengapa tes Scanning pada thyroid dilakukan?

Scanning pada thyroid dapat dilakuakn dengan alasan sebagai berikut:

1. Untuk memeriksa ukuran, struktur dan posisi kelenjar thyroid. 2. Untuk mengevaluasi fungsi thyroid bersama-sama tes lainnya.

Apa yang seharusnya Anda ketahui sebelum tes Scanning pada thyroid?

1. Anda akan mempelajari tes Scanning pada thyroid, termasuk siapa yang akan menjalankan, dan dimana. Tes Scanning pada thyroid berlangsung sekitar 30 menit, tetapi Anda diminta untuk menelan radionuklir 20-30 menit sebelumnya (jika digunakan teknetium) atau 24 jam sebelumnya (jika digunakan yodium). Anda diminta berpuasa setelah tengah malam sebelum tes jika digunakan yodium, jika digunkan teknetium hal tersebut tidak perlu dilakukan. 2. Perawat akan menanyakan pola makan dan pengobatan yang Anda gunakan. Pengobatan terhadap hormone thyroid dan sediaan yodium (larutan lugol, beberapa multivitamin dan sirop obat batuk) akan dihentikan selama 2-3 minggu sebelum tes Scanning pada thyroid, obat-obat pengencer dahak, steroid dan antihistamin akan dihentikan 1 minggu sebeum tes Scanning pada thyroid. 3. Jangan menggunakan garam beryodium 1 minggu sebelum tes Scanning pada thyroid, janga makan ikan laut selama permeriksaan. 4. Sebelum tes Scanning pada thyroid dilaksanakan, tanggalkan semua perhiasan, gigi palsu atau benda-benda lain yang dapat mempengaruhi proses scanning

Apa yang terjadi selama tes Scanning pada thyroid?

1. Anda berbaring terlentang dengan leher diregangkan. 2. Dokter atau teknisi menempatkan kamera gamma di atas leher Anda. 3. Kamera akan memproyeksikan citra kelenjar pada suatu monitor dan merekamnya pad afilm sinar-X. Dokter akan mengambil 3 citra dari depan, belakang, sisi kanan dan kiri.

Apa yang terjadi setelah tes Scanning pada thyroid?

Anda dapat kembali menggunakan obat-obat yang dihentikan selama tes, dan Anda dapat kembali pada pola makan sehari-hari.

Apakah tes Scanning pada thyroid berisiko?

Tes Scanning pada thyroidtida diberikan selama masa kehamilan dan menyusui karena radioaktif dapat merusak perkembangan janin dan bayi.

Apa yang dimaksud dengan hasil yang normal?

Normalnya, hasil scanning memperlihatkan kelenjar thyroid dengan panjang sekitar 2 ini (5 cm) dan lebar 1 inci (2,5 cm). Kelenjar biasanya mempunyai 2 bagian yang disebut lobus dan berbentuk kupu-kupu. Pada orang-orang tertentu, terdapat lobus ketiga, hal ininormal.

Apa yang dimaksud dengan hasil yang abnormal?

Tes akan menunjukkan area thyroid yang terlalu banyak menyerap yodium. Are aini disebut hot spot. Temuan ini membutuhkan test-tes penanganan selanjutnya. Tes ini juga memperlihatkan daerah thyroid yang menyerap sedikiit yodium atau tidak menyerap sana sekali. Area ini disebut cold spot. Temuan ini membutuhkan scanning ultrasonografi untuk mengamti kista. Selain itu, suatu biopsy (pengambilan dan analisa jaringan) dari daerah cold spot untuk menjajagi lebih lanjut adanya kanker

Wednesday, 11 September 2013

Penyakit Addison

Penyakit Addison

DEFINISI

Pada penyakit Addison, kelenjar adrenalin kurang aktif, sehingga kekurangan hormon adrenal.

Penyakit Addison mungkin disebabkan oleh reaksi autoimun, kanker, infeksi, atau suatu penyakit lain. Orang dengan penyakit Addison merasa lemah, lelah, dan pusing kalau berdiri sesudah duduk atau berbaring dan mungkin menimbulkan spot pada kulit yang gelap. Dokter mengukur sodium dan kalium pada darah dan mengukur tingkat cortisol dan corticotropin untuk membuat diagnosa. Orang diberi corticosteroids dan cairan.

Penyakit Addison bisa terjadi pada umur berapa pun dan terjadi pada pria maupun wanita secara berimbang. Pada 70% dari orang dengan penyakit Addison, penyebab secara persis tidak diketahui, tetapi kelenjar adrenalin yang dipengaruhi oleh reaksi autoimun pada sistem antibodi menyerang dan menghancurkan kulit luar adrenal. pada 30% lainnya, kelenjar adrenalin dihancurkan oleh kanker, infeksi seperti TBC, atau penyakit lain yangterindidentifikasi. pada bayi dan anak, penyakit Addison mungkin disebabkan oleh kelainan genetik kelenjar adrenalin.

Kekurangan adrenal sekunder adalah masa yang diberikan pada penyakit yang menyerupai penyakit Addison. Pada penyakit ini, kelenjar adrenalin kurang aktif karena kelenjar di bawah otak tidak merangsang mereka, bukan karena kelenjar adrenalin sudah hancur atau dengan cara lain langsung gagal.

Ketika kelenjar adrenalin menjadi kurang aktif, mereka cenderung memproduksi hormon adrenal dengan jumlah yang tidak cukup sama sekali. Dengan begitu, penyakit Addison mempengaruhi keseimbangan air, sodium, dan kalium di badan, serta kemampuan badan untuk menguasai tekanan darah dan bereaksi terhadap tekanan. Selain itu, kehilangan androgen, seperti dehydroepiandrosterone (DHEA), mungkin menyebabkan kehilangan rambut di badan wanita. Pada laki-laki, testosterone dari testes dibuat lebih untuk kehilangan ini. DHEA mungkin mempunyai efek tambahan yang tidak berhubungan dengan androgen.

Ketika kelenjar adrenalin dihancurkan oleh infeksi atau kanker, medulla adrenal dan sumber epinephrine hilang. Tetapi, kehilangan ini tidak menyebabkan gejala.

Kekurangan aldosterone secara khusus menyebabkan badan mengeluarkan sodium yang banyak dan mempertahankan kalium, menyebabkan kadar sodium rendah dan kadar kalium tinggi di darah. Ginjal tidak dapat menahan air kencing, oleh sebab itu waktu penderita penyakit Addison minum terlalu banyak air atau kehilangan terlalu banyak sodium, kadar sodium di darah turun. Ketidakmampuan untuk menahan air kencing pada akhirnya membuat orang kencing secara berlebihan dan menjadi dehidrasi. Dehidrasi hebat dan kadar sodium yang rendah mengurangi volume darah dan bisa menyebabakn shock..

Kekurangan kortikosteroid menyebabkan sensitivitas yang ekstrim pada insulin sehingga kadar gula darah dapat turun hingga berbahaya (hypoglycemia). Kekurangan tersebut mencegah badan memproduksi karbohidrat dari protein, melawan infeksi dengan semestinya, dan mengontrol radang. Otot menjadi lemah, dan jantung pun bisa menjadi lemah dan tak dapat memompakan darah secara memadai. Kemudian, tekanan darah mungkin menjadi rendah yang berbahaya.

Orang dengan penyakit Addison tidak dapat menghasilkan kortiksteroid tambahan sewaktu mereka stressn. Mereka oleh karena itu rentan terhadap gejala dan komplikasi serius kalau dihadapkan dengan penyakitnya, kepenatan yang berlebih, luka hebat, pembedahan, atau, mungkin, stress psikologis yang hebat.

Pada penyakit Addison, kelenjar di bawah otak menghasilkan lebih banyak corticotropin di dalam usaha untuk merangsang kelenjar adrenalin. Corticotropin juga merangsang produksi melanin, oleh sebab itu kulit dan garis sepanjang mulut sering terbentuk pigmentasi yang gelap.

GEJALA

Segera sesudah penyakit Addison terjadi, orang merasa lemah, lelah, dan pusing kalau berdiri sesudah duduk atau berbaring. Masalah ini mungkin berkembang lambat laun dan tak kentara. Orang dengan penyakit Addison memiliki spot kulit yang gelap. Kegelapan mungkin nampaknya seperti karena sinar matahari, tetapi tampak pada kulit yang terpapar matahari secara tidak merata. Orang dengan kulit gelap pun bisa mengalami pigmentasi yang berlebihan, walaupun perubahan lebih sukar untuk diketahuii. Bintik-bintik hitam mungkin berkembang di balik dahi, muka, dan bahu, dan seorang kulit hitam kebiru-biruan pemudaran warna mungkin terjadi di seputar puting susu, bibir, mulut, dubur, kantung kemaluan, atau vagina.

kebanyakan orang kehilangan berat badan, menjadi dehidrasi, tidak mempunyai selera makan, dan berkembang manjadi sakit otot, mual, muntah, dan diare. Banyak menjadi tidak dapat mentolerir dingin. Kecuali kalau penyakit hebat, gejala cenderung menjadi nyata hanya selama stress. Periode hypoglycemia, dengan kecemasan dan sangat kelaparan untuk makanan asin, bisa terjadi, teristimewa pada anak.

Jika penyakit Addison tidak diobati, nyeri abdominal yang hebat, kelemahan yang sangat, tekanan darah yang teramat rendah, kegagalan ginjal, dan shock mungkin terjadi (krisis adrenal). Krisis adrenal sering terjadi jika badan mengalami tekanan, seperti kecelakaan, luka, pembedahan, atau infeksi hebat. Kematian dengan cepat mungkin mengikuti.

DIAGNOSA

Karena gejala mungkin mulainya dengan lambat dan tak kentara, dan karena tak ada satu tes laboratorium yang memberi hasil pasti pada stadium awal, dokter sering tidak mencurigai penyakit Addison pada awalnya. Kadang-kadang stress besar membuat gejala lebih nyata dan menimbulkan krisis.

Pemeriksaan darah mungkin memperlihatkan kadar sodium rendah dan kalium tinggi dan biasanya menunjukkan bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik. Dokter yang mencurigai penyakit Addisonmengukur kadar cortisol, yang mungkin rendah, dan kadar corticotropin, yang mungkin tinggi. Tetapi, dokter mungkin perlu menegaskan diagnosanya dengan mengukur kadar cortisol terlebih dahulu setelah pemberian satu injeksi corticotropin. Jika kadar cortisol rendah, tes lebih jauh diperlukan untuk memutuskan jika masalah adalah penyakit Addison atau kekurangan adrenal sekunder.

PENGOBATAN

Tanpa memperhatikan penyebabnya, penyakit Addison bisa mengancam hidup dan harus diobati dengan kortikosteroid dan cairan infuse ke dalam pembuluh darah. Biasanya, pengobatan bisa dimulai dengan hydrocortisone atau prednisone (kortikosteroid buatan) dengan pemberian oral. Tetapi, orang yang sakitnya parah perlu diberi cortisol dengan infus atau intramuskuler pada awalnya dan lalu tablet hydrocortisone. Karena tubuh biasanya menghasilkan cortisol paling banyak di pagi hari, pemberian Hydrocortisone juga sebaiknya diberikan dalam dosis terbagi, dengan dosis yang paling besar di pagi hari. Hydrocortisone harus diminum setiap hari sepanjang hidup penderita. Dosis hydrocortisone yang lebih besar diperlukan kalau tubuh stress, khususnya sakit, dan mungkin perlu untuk diberikan melalui injeksi jika orang mengalami diare hebat atau muntah.

Kebanyakan orang juga perlu untuk minum tablet Fludrocortisone setiap hari untuk membantu tubuh mengeluarkan secara normal sodium dan kalium. Testosterone tambahan biasanya tidak diperlukan, walaupun ada beberapa bukti bahwa penggantian dengan DHEA memperbaiki kualitas kehidupan. Walaupun pengobatan harus dilakukan seumur hidup, prognosisnya baik.

Pada orang yang menerima dosis besar corticosteroids, seperti Prednison , fungsi kelenjar adrenalin bisa tertekan. Tekanan ini terjadi karena dosis besar corticosteroids mencegah hypothalamus dan kelenjar di bawah otak yang menghasilkan hormon biasanya merangsang fungsi adrenal. Jika orang dengan tiba-tiba berhenti minum kortikosteroid, badan tidak bisa memulihkan fungsi adrenal dengan cukup cepat, dan sementara membuat kekurangan adrenal (kondisi mirip penyakit Addison). Juga, kalau stress terjadi, tubuh tidak dapat merangsang produksi kortikosteroid tambahan yang diperlukan. Oleh karena itu, dokter tidak pernah menghentikan penggunaan kortikosteroid secara tiba-tiba jika orang sudah minum obat lebih dari 2 atau 3 minggu.

Sebaliknya, dokter secara perlahan mengurangi (memperkecil) dosis dalam beberapa minggu dan kadang-kadang beberapa bulan. Juga, dosis mungkin perlu ditambahkan pada penderita yang menjadi sakit atau karena hala lain mengalami stess yang parah sewaktu minum kortikosteroid. Penggunaan kortikosteroid mungkin perlu dilanjutkan pada orang yang menjadi sakit atau mengalami stress yang parah dalam beberapa minggu sewaktu dosis kortikosteroid yang diperkecil atau dihentikan.